×

Kamis, 02 Juni 2016

JELANG RAMADHAN: harga kebutuhan pokok naik, rakyatpun panik

Bandung, 2 Juni 2016
oleh: Asep Kurniawan


Seolah nampak sudah menjadi pemandangan biasa, setiap kali menjelang ramadhan, harga kebutuhan pokok langsung meroket, jauh meninggalkan harga normal. Hal ini tentu saja mengundang kepanikan bagi masyarakat, terutama kaum ibu yang sehari-hari harus cari strategi supaya gaji suami bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang ramadhan tidak dapat dihindari atau ditahan. tentu saja banyak faktor yang dapat memicu terjadinya hal tersebut. Mulai dari aksi para oknum yang menimbun barang-barang kebutuhan masyarakat hingga aksi inflasi yang terus merangkak.

sebagai gambaran bagaimana meroketnya kenaikan harga kebutuhan pokok, berikut saya cantumkan kutipan yang saya ambil dari situs : http://www.rri.co.id/post/berita/280301/ekonomi/jelang_ramadhan_harga_sembako_di_garut_kian_meroket.html:

KBRN, Garut : Harga sayuran di Pasar Guntur Ciawitali, Kabupaten Garut sepekan jelang Ramadan terus merangkak naik. Selain sayuran, harga daging ayam dan telur ayam juga mengalami kenaikan.
Sejumlah warga mengeluhkan naiknya harga tersebut. Apalagi kenaikan itu sudah menjadi kebiasaan memasuki bulan Ramadan.
Yuni (25), warga Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler mengaku naiknya harga kebutuhan pokok itu cukup menguras isi kantongnya. Apalagi kenaikan terjadi menjalang bulan Ramadan.
"Memang sudah biasa kalau masuk Ramadan pasti harga naik. Sudah diantisipasi sebelumnya. Hanya tetap saja suka bikin pusing kalau harga naik. Susah ngatur uangnya," ujar Yuni di Pasar Guntur, Rabu (1/6/2016).
Menurut Yuni, kenaikan harga sayur paling dirasakan. Harga bawang putih contohnya naik menjadi Rp35 ribu per kg. Padahal pekan lalu harganya masih di kisaran Rp31 ribu per kg.
"Dua minggu lalu harganya masih Rp26 ribu sampai Rp28 ribu. Sekarang naiknya drastis," ucapnya.
Bukan hanya pembeli yang mengeluh terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. Para pedagang di Pasar Guntur juga mengeluh kenaikan harga tersebut karena menurunkan omset jualan.
Enung (43), pedagang sayuran, menuturkan selain bawang putih kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah sebesar Rp 25ribu per kg. Padahal pada minggu lalu harganya hanya Rp20 ribu per kg.
"Kentang juga terus naik harganya. Sekarang sudah tembus Rp14 ribu sebelumnya cuma Rp9 ribu. Diperkirakan harganya akan terus naik mendekati puasa," kata Enung.
Kepala UPTD Pasar Guntur, Ahmad Wahyudin menjelaskan selain harga sayuran yang naik, harga daging ayam dan telur ayam ikut mengalami kenaikan. Daging ayam saat ini dijual sebesar Rp32 ribu per kg dari sebelumnya Rp28 ribu.
"Untuk telur ayam juga naik dari Rp18 ribu per kg menjadi Rp20 ribu. Sedangkan daging sapi masih stabil dikisaran Rp110 ribu per kg," kata Ahmad.
Harga cabai juga ikut mengalami kenaikan. Harga cabai merah gepeng Rp35 ribu per kg, cabai merah keriting Rp12 ribu, cabai rawit hijau Rp12 ribu, dan cabai rawit merah Rp14 ribu per kg.
"Gula pasir dan gula merah juga belum turun. Masih di kisaran Rp15 ribu sampai Rp16 ribu per kgnya. Untuk minyak curah Rp12 ribu per kg dan tepung terigu Rp7.500 per kg," ujarnya. (Irwan R)

Dalam pandangan islam, Negara dalam hal ini penguasa tidak boleh menetapkan harga karena tentu saja akan merugikan para pedagang. penetapan harga dikembalikan kepada mekanisme pasar. maka semestinya penguasa menjaga ketersediaan terpenuhinya supply terhadap kebutuhan masyarakat sehingga harga - harga bisa tetap stabil. selain itu, penguasa juga harus tegas memberantas para mafia penimbun barang, bahkan jangan sampai penguasa menjadi bagian dari aktifitas mafia itu untuk mengambil keuntungan dalam kesempitan.

wallahu 'alam bishshawwab

0 komentar:

Posting Komentar

 
×
Judul